
TAX NOW – Kode Deposit Pajak sering disalahartikan sebagai kode billing, padahal keduanya punya fungsi yang sangat berbeda dalam proses pembayaran pajak.
Jika kamu keliru menggunakannya, bisa saja setoranmu tidak tercatat atau malah dianggap tidak sah.
Itulah mengapa penting memahami perbedaan dua kode ini sebelum setor pajak.
Kode Deposit Pajak dan Kode Billing Pajak

Banyak orang menyamakan dua istilah ini, padahal fungsinya berbeda.
Sebelum memahami perbedaannya, kamu harus tahu pengertian dari masing-masing istilah. Berikut penjelasannya agar tidak keliru saat menggunakannya dalam proses pembayaran pajak.
Kode Deposit Pajak
Kode Deposit Pajak terdiri dari serangkaian angka yang berfungsi untuk mengidentifikasi jenis pajak dan setoran wajib pajak.
Kode ini dibutuhkan saat kamu akan membuat kode billing untuk pembayaran pajak.
Contohnya, untuk PPh pasal 21, digunakan kode akun pajak 411121 dan kode jenis setoran pajak 100.
Kode ini bersifat tetap dan ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Penggunaan kode yang salah bisa menyebabkan pembayaran tidak tercatat. Karena itu, penting mengetahui dan memilih Kode Deposit Pajak yang sesuai dengan jenis pajak yang sedang kamu bayarkan.
Kode Billing Pajak
Kode billing pajak adalah kode identifikasi unik yang dihasilkan secara elektronik melalui sistem e-Billing DJP.
Kode ini digunakan sebagai alat pembayaran pajak secara daring melalui ATM, internet banking, atau teller bank.
Kode billing hanya bisa dibuat setelah kamu memilih Kode Deposit Pajak yang sesuai.
Masa berlaku kode ini biasanya hanya 7 hari, dan jika kedaluwarsa, kamu harus membuat ulang.
Kode billing bersifat sementara dan hanya digunakan sekali. Tanpa kode billing, kamu tidak bisa membayar pajak secara online, sehingga keberadaannya sangat penting dalam proses pembayaran modern.
Perbedaan Kode Deposit Pajak dan Kode Billing

Banyak orang yang masih keliru saat ingin membayar pajak karena tidak mengetahui apa saja fungsi dari masing-masing kode.
Padahal, perbedaan ini sangat penting diketahui agar kamu tidak melakukan kesalahan administrasi. Simak perbedaan keduanya berikut ini.
Fungsi Utama
Kode Deposit Pajak berfungsi untuk mengidentifikasi jenis pajak dan setoran, sedang kode billing digunakan untuk melakukan pembayaran secara elektronik.
Tanpa Kode Deposit Pajak, kode billing tidak bisa dibuat.
Jadi, fungsi kode deposit adalah dasar, sedangkan kode billing adalah alat untuk mengeksekusi pembayaran.
Sifat dan Bentuk Kode
Kode Deposit Pajak bersifat tetap dan terdiri dari dua bagian: kode akun pajak dan kode jenis setoran pajak. Sebaliknya, kode billing malah bersifat dinamis dan dibuat melalui sistem, serta hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu.
Kode billing berbentuk angka unik yang dihasilkan otomatis sebagai bukti otorisasi untuk membayar pajak secara online.
Proses Pembuatan
Kode Deposit Pajak tidak dibuat, melainkan dipilih dari daftar resmi yang disediakan DJP. Sedangkan kode billing harus dibuat secara mandiri melalui aplikasi e-Billing, situs DJP Online, atau jasa konsultan pajak.
Kamu harus memasukkan Kode Deposit Pajak terlebih dahulu untuk bisa menghasilkan kode billing yang benar.
Keterkaitan Keduanya
Kode billing tidak akan terbentuk tanpa memasukkan Kode Deposit Pajak yang tepat.
Artinya, Kode Deposit Pajak menjadi komponen wajib untuk menghasilkan billing yang sah.
Keduanya saling terhubung, namun memiliki peran berbeda dalam rantai pembayaran pajak.
Salah memilih kode deposit, bisa membuat kode billing jadi tidak valid.
Kapan Menggunakan Kode Deposit dan Kapan Kode Billing?

Sering muncul kebingungan kapan harus menggunakan kode ini dan kapan yang lainnya.
Sebenarnya, keduanya digunakan secara bersamaan tetapi pada tahap yang berbeda.
Kamu harus tahu tahapan yang benar agar pembayaranmu sah secara administratif.
Saat Mengisi Data Pembayaran
Di tahap awal, nantinya kamu harus mengisi kolom jenis pajak serta jenis setoran sesuai dengan transaksi yang dilakukan.
Di sinilah kamu memasukkan Kode Deposit Pajak. Misalnya, untuk menyetor PPN, kamu wajib menggunakan kode jenis setoran pajak PPN yang sesuai.
Saat Membuat Kode Billing
Setelah mengisi data dengan kode deposit yang tepat, sistem akan mengeluarkan kode billing.
Kode ini kamu gunakan untuk membayar pajak melalui bank, ATM, internet banking, atau kanal pembayaran lain.
Contoh Praktis
Jika kamu menyetor PPh 21 masa Maret, maka kamu perlu:
- Memasukkan kode akun pajak dan kode jenis setoran pajak 100 di sistem e-Billing.
- Kemudian sistem akan mengeluarkan kode billing yang kamu gunakan untuk pembayaran.
Cara Mengetahui dan Mengakses Kode Deposit Pajak yang Sesuai

Untuk menghindari kesalahan, penting mengetahui cara mencari dan menggunakan Kode Deposit Pajak yang benar.
Jangan asal isi, karena kesalahan bisa menyebabkan denda atau setoran tidak tercatat.
Cek di Situs Resmi DJP
Kunjungi situs www.pajak.go.id dan cari daftar resmi kode akun pajak serta kode jenis setoran pajak.
DJP menyediakannya secara terbuka agar wajib pajak dapat memilih kode sesuai jenis pembayaran.
Pastikan kamu memahami jenis pajak yang akan dibayarkan sebelum memilih kode. Referensi ini aman dan terpercaya dari otoritas resmi.
Gunakan Aplikasi DJP Online
Login ke DJP Online, lalu buka menu e-Billing.
Ketika kamu membuat billing, kamu akan diminta untuk memilih Kode Deposit Pajak yang terdiri dari dua bagian.
Sistem akan memunculkan daftar kode sesuai kategori pajak.
Aplikasi ini membantu kamu memilih dengan tepat dan meminimalkan risiko salah input saat menyetor pajak.
Konsultasi dengan Jasa Konsultan Pajak
Jika kamu masih bingung untuk melakukannya, minta bantuan jasa konsultan pajak murah yang sudah berpengalaman. Mereka paham tentang kode jenis setoran pajak 100, PPN, maupun lainnya.
Konsultan pajak akan bisa membantu kamu dalam memilih kode yang paling sesuai, sehingga tidak akan ada yang namanya salah bayar.
Ini cocok bagi kamu yang tidak punya waktu mempelajari sistem pajak secara detail.
Cek Dokumen e-SPT atau e-Filing Sebelumnya
Kalau kamu pernah melaporkan pajak lewat e-SPT atau e-Filing, coba lihat dokumen sebelumnya.
Biasanya tertera jenis setoran dan kodenya. Cocokkan dengan kebutuhan saat ini.
Referensi ini bisa sangat membantu, terutama jika jenis pajak yang kamu bayarkan tidak berubah dari periode sebelumnya.
Gunakan Panduan Kode dari DJP
Direktorat Jenderal Pajak memiliki dokumen resmi berupa daftar kode jenis setoran pajak dan kode akun pajak dalam format PDF.
Kamu bisa mengunduhnya dan menyimpannya untuk referensi.
Di dalamnya juga tersedia penjelasan fungsi setiap kode, termasuk penjabaran seperti kode deposit pajak coretax.
Kode Deposit Pajak adalah elemen penting dalam proses pembayaran pajak. Ia digunakan untuk mengidentifikasi jenis pajak dan jenis setoran. Sedangkan kode billing adalah alat bantu pembayaran digital yang hanya aktif dalam waktu tertentu. Keduanya saling melengkapi.
Memahami perbedaannya akan menghindarkanmu dari kesalahan administrasi dan potensi sanksi.
Bingung menyusun kode billing dan Kode Deposit Pajak yang benar? Serahkan saja pada Tax Now!
Kami hadir sebagai solusi lengkap untuk semua kebutuhan perpajakanmu.
Baik kamu seorang pelaku usaha, freelancer, atau pemilik UMKM, kami siap bantu atur pajakmu dengan aman dan efisien.
Harga jasa konsultan pajak kami transparan sejak awal dan bersaing, kamu akan bisa mendapatkan layanan premium tanpa harus pusing urus administrasi.
Bahkan untuk kamu yang sedang mencari harga jasa konsultan pajak yang ramah di kantong, Tax Now punya paket hemat sesuai kebutuhanmu.
Gunakan jasa konsultan pajak terpercaya dari Tax Now sekarang juga dan nikmati layanan cepat, tepat, dan tanpa ribet!





